Prilaku Suami Yang Tidak Boleh Dilakukan Terhadap Istri

Seorang suami yang baik ialah seorang suami berlaku baik terhadap istri, apalagi jika seorang istri itu taat kepada perintah suami dan Tuhannya. Namun terkadang ada juga seorang suami yang memiliki sifat dan prilaku yang tidak baik terhadap istrinya, dan hal yang seperti itu sering kita temukan.

Prilaku Suami Yang Tidak Boleh Dilakukan Terhadap Istri

Seorang suami itu adalah sesosok seorang pemimpin yang memiliki tanggung jawab pada keluarganya. Seperti yang tertulis didalam Al-Quran disebutkan,

“bahwa kaum lelaki (suami) ialah seorang pemimpin untuk kaum wanita (istri). Seorang suami akan dituntut untuk bisa mendidik, melindungi, serta selalu menegakkan kebenaran dan keadilan didalam kehidupan rumah tangganya.” ( surat An- Nisa’ ayat 34)

Akan tetapi, tidak jarang juga kita dengar dan kita saksikan hadirnya seorang lelaki ( suami ) yang berbuat dosa terhadap istrinya. Bukannya melindungi, justru malah mereka bertindak yang tidak layak menurut islam, atau bisa digolongkan ke dalam perbuatan-perbuatan yang dzalim kepada istrinya. Perbuatan-perbuatan yang seperti ini tidak wajar di lakukan. Nah di dalam islam, ada perbuatan seorang suami yang di anggap berdosa terhadap istrinya, adapun perbuatan itu adalah sebagai berikut :

Perbuatan Suami Yang Tidak Di bolehkan Didalam Islam


1. Tidak Memberikan Nafkah pada Istri


Ketika seorang laki-laki dan wanita sudah di sahkan untuk mendirikan rumah tangga, maka seorang laki-laki itu sudah siap menerima tanggung jawabnya sebagai seorang suami, danberjanji akan memberikan nafkah baik itu jasmani maupun rohani, serta kebutuhan-kebutuhan yang di perlukan oleh istri. Jika seorang suami beraling dari hal-hal tersebut, maka bisa dikatakan seorang suami itu telah melakukan dosa terhadap istrinya.

2. Tidak Memberikan Tempat Tinggal Yang Layak Kepada Istrinya


Jika seorang suami telah memutuskan untuk menceraikan istrinya, maka ia memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memberikan tempat tinggal yang layak dan aman kepada istrinya yang hendak diceraikan selama masa iddah. Kewajiban yang lain yang tidak boleh dilupakan oleh suami adalah, ia harus tetap memberikan nafkah kepada istrinya yang hendak ia ceraikan sebagaimana biasanya.

Allah SWT berfirman Yang Artinya :

“Tempatkanlah mereka ( isteri ) di mana kamu ( Suami ) bertempat tinggal menurut kemampuanmu, dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan hati mereka. dan jika mereka (isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, Maka berilah kepada mereka nafkah hingga mereka bersalin, Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu, Maka berikanlah mereka upah, dan musyawarahlah di antara kamu segala sesuatu itu dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan, Maka perempuan lain boleh menyusui (anak itu) untuknya.”

3. Suami Yang Melimpahkan Tanggung Jawabnya Kepada Istri


Seorang suami adalah pemimpin keluarga untuk istri dan anaknya. Ia telah diberikan kewajiban untuk memberikan nafkah lahir dan batin bagi keluarganya. Jadi, jika suami yang melimpahkan kewajiban seperti mencari nafkah dan mengatur segala urusan rumah tangga kepada istrinya, Hal yang seperti ini sudah tentu bertentangan dengan syariat islam, dan sudah dipastikan keluarga tersebut digolongkan menjadi keluarga yang tidak beruntung.

Rasulullah SAW bersabda :

"Tidak akan beruntung suatu kaum yang telah dipimpin seorang wanita." (HR.Ahmad, Tirmidzi, Bukhari, dan Nasa’i).

Jadi, jika tanggung jawab menjadi pemimpin telah diambil alih oleh istri, maka tentu saja kewibawaan seorang suami akan hilang, dan hal yang seperti itu bisa menjerumuskan seorang istri pada perbuatan durhaka terhadap suami. Ini sudah tentu tentu menimbulkan pertentangan.

4. Tidak Mau Melunasi Mahar


Seorang laki-laki  ( suami ) yang ketika menikah memberikan mahar, akan tetapi mahar tersebut belum dilunasi oleh laki-laki ( suami ) dan bahkan tidak berniat untuk melunasinya, maka berarti laki-laki ( suami ) tersebut telah menipu istrinya, dan ia harus pertanggungjawabkan perbuatannya nanti di akhirat.

Sebagaimana sabda dari Rasulullah SAW :

“Siapa saja laki-laki yang menikahi seorang perempuan dengan mahar yang sedikit atau banyak, tetapi didalam hatinya bermaksud tidak ingin untuk menunaikan apa yang telah menjadi hak perempuan itu, berarti ia telah mengacuhkannya. Ketika bila dia mati sebelum menunaikan hak dari perempuan itu, kelak pada hari kiamat dia akan bertemu dengan Allah sebagai orang yang fasiq.”  (HR.Thabarani).

5. Menggauli Istri Yang Sedang Dalam Keadaan Haid Atau Melalui Dubur


“Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: Haidh itu adalah suatu kotoran. Oleh sebab itu hendaklah kamu untuk menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka ( Wanita/Istri ) telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”  ( Surat Al-Baqarah ayat 222 ).

6. Membuka Rahasia Hubungan Dengan Istri


Hubungan antara suami dan istri adalah hal yang sangat rahasia, tidak ada seorangpun yang bisa mengetahuinya selain dari keduanya. Jika ada seorang suami yang membuka rahasia bagaiman hubungannya dengan istrinya, maka hal seperti itu sama halnya suami tersebut telah melecehkan serta merendahkan seorang istri.

7. Menganiaya Dan Merendahkan Martabat Istri


Rasulullah SAW telah melarang para suami untuk menyakiti serta menjelek-jelekkan istri, atau bahkan membanding-bandingkan istrinya dengan wanita yang lain dengan menggunakan kata-kata dan ucapan yang bertujuan untuk merendahkan martabat seorang istri, baik itu di hadapannya maupun di hadapan orang lain.

Sebagaimana seperti sabda Rasulullah SAW:

“Dari mu’awiyah Al-Qusrayiri, ia berkata : ”saya pernah datang kepada Rasulullah SAW.’ Ia berkata lagi:’saya lalu bertanya:’Ya Rasulullah, apa saja yang engkau perintahkan (untuk kami perbuat) terhadap istri kami?’ Beliau menjawab, “janganlah kalian memukul dan janganlah kalian menjelek-jelekan mereka.” (HR. Abu Dawud)

8. Memeras dan Mengajak Istri Untuk Berbuat Dosa


Ini adalah salah satu hal yang tidak dibenarkan didalam islam. Seorang suami haruslah selalu menjadi pemimpin yang baik untuk istri dan anak-anaknya, seperti mengajarkan hal-hal yang baik serta mengajak mereka untuk berbuat hal yang telah di perintahkan oleh Allah, seperti Sholat, mengaji, dan perbuatan yang lain yang di senangi oleh Allah.

Seorang suami yang telah memeras istrinya, dan memaksa istrinya untuk berbuat hal yang tidak di senangi oleh Allah ( Dosa ), maka diakhirat nanti dia akan diminta untuk pertanggungjawaban perbuatannya di hadapan Allah SWT.

9. Menuduh Istri Berzina Tanpa Adanya Bukti Yang Kuat


Allah SWT berfirman :

“ Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada memiliki saksi-saksi selain dari diri mereka, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan menyebut nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar. Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la`nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta.” (QS. An- Nuur ayat 6-7)

10. Mencurigai Dan Mencari-Cari Kesalahan Istri


Selalu merasa curiga terhadap apa yang diperbuat oleh istri adalah sifat yang tidak baik yang harus dihindari oleh para suami. Karena ketika seorang ketika seorang suami telah mencurigai istrinya, maka dia akan selalu berusaha mencari-cari kesalahan dari istrinya. Hal yang seperti ini nanti bisa menimbulkan percekcokan di antara keduanya.

Itulah informasi tentang Prilaku suami yang tidak boleh dilakukan terhadap istri, nah bagi kaum laki-laki yang nantinya akan menjadi seorang suami, atau yang sudah menjadi seorang suami, jauhilah perilaku yang sudah di sebutkan diatas, agar supaya hubungan keluarga bisa menjadi keluarga yang harmonis. Semoga ini bermanfaat…

Postingan terkait:

"Prilaku Suami Yang Tidak Boleh Dilakukan Terhadap Istri"

Post a Comment

Informasi yang Terdapat Pada web ini hanya Bersifat informasi saja, tidak untuk menggantikan pendapat Ahli, Dokter, ataupun Profesional. Terimakasih Atas Kunjungannya.