Menulis Tidak 5W+1H Saja Tapi Juga Perlu 5R


Menulis Tidak 5W+1H Saja Tapi Juga Perlu 5R
Seebenarnya menulis dalam sebuah cerita ataupun tentang yang lainnya, dengan menulis kita bisa mendapatkan hal yang bermanfaat, selain melatih otot tangan , kita juga bisa membuat pola pikir kita semakin maju.
Ada beberapa pendapat mengatakan menulis itu tidak hanya 5w+1H saja, tapi juga perlu 5R, Apa itu menulis 5R.? beerikut nanti kita simak. Sebelum itu ada beberapa kategori dalam menulis.

1. Penulis itu Multifungsi


Dizaman atau di Era sekarang ini, seorang penulis bisa menjadi seorang editor sekaligus juga produser bagi mereka yang suka menulis lewat media sosial.

Sebagai contoh bisa kita lihat dari mereka yang mempunyai blog, yang sering menulis tanpa mengenal lelah untuk terus update arttikel. termasuk saya, hehehe….

Sebagai Seorang blogger yang hendak mempublish tulisan artikelnya, mereka selalu menulis sebuah artikel yang bermanfaat, dan itu sering mereka lakukan.

Dan suupaya tulisan mereka bisa dikenal, mereka mempromosikan tulisannya Melalui media sosial pribadi, secara gratis kita bisa membacanya.

2. Tulisan Bisa Menjadi Cahaya Bagi kita


Sudah semestinya sekarang sebuah tulisan menuntun kita dari kegelapan menuju yang terang  ( dari tidak mengerti sampai bisa mengerti ). Sebuah buku yang berjudul tentang "Habis Gelap Terbitlah Terang" milik ibu kita Kartini, ini banyak sekali ilmu yang bisa kita dapat,  karena menuntun kita pada pencerahan pembacanya.

Nah untuk menjawab pertanyaan yang diatas tentang menulis 5R, sekarang mari kita simak ulasannya bersama – sama.

Menulis dengan 5R :


1. Read


Ini tidak bisa dipungkuri lagi, membaca adalah geerbang dari segala ilmu pengetahuan. Dengan sering kita membaca, semakin banyak pula referensi yang bisa kita tulis dari membaca.

Jadi sering lah membaca, agar tulisan kita memiliki kedalaman dan wawasan yang lebih baik.

2. Riset


Nah Kelemahan bagi kita yang sering terjadi adalan. Menurut data di Unesco, minat baca kita atau negara kita, khususnya Indonesia, itu 1 dari 1000 orang.

Amaksudnya adalah satu dari seribu penduduk Indonesia yang suka membaca.

Negara Indonesia yang kita cintai ini, termasuk negara literasi nomor 60 dari 61,negara yang tidak terkenal Botsuana.

Kalau di perhatikan Perpustakaan di yang ada di Indonesia, adalah tempat tersunyi nomor dua setelah kuburan. Hehehhe … jadi kesimpulannya,  Kalau orang sudah tidak senang untuk membaca, akan timbulah minat akan menulis atau melakukan riset.

3. Realiable


Yakinkan pada diri apa yang ditulis itu benar, kosongkan kesalahan dari semua sisi. Bahkan sampai menulis nama orang, usahakan agar menulis jangan sampai salah ejaan atau huruf – hurufnya.

Contohnya :

Kita menulis nama seperti “ Rachmawati “ dengan “ Rahmawati ” ( pakai CH dan H ), ini emang sama kalau kita baca tapi ada perbedaan pada hurufnya.

Apalagi kalau kita menulis sebuah informasi, kalau salah dalam menulis ejaannya maka salah pula dalam artinya, dan ini akibatnya akan fatal.

4. Reflecting


Dalam Sebuah tulisan, ini adalah gambaran atau cerminan dari seorang penulisnya. Maka seorang penulis harus memiliki kekayaan dalam sudut pandang tersendiri.

Jadi kalu ada orang atau teman – teman yang mengomentari tulisan sobat baik itu komentar buruk atau komentar baik, tapi kebanyakan yang komen pasti komen nya yang gak baik, pasti ada kesalahan dalam tulisan kita.

Nah sobat tak perlu marah dengan mereka, seharus nya bersukur, karena kita masih menemukan kelemahan dari segi kita menulis, dan tentunya untuk kedepanya kita bisa lebih baik lagi.

5. ( W ) Rite


Ini tentang menulislah untuk kebenaran, karena hanya dengan kebenaranlah yang mampu membebaskan kita dari beban (tanggung jawab).

Dalam kita menulis, kebenaran itu harus kita tulis sesuan dengan apa yang terjadi.

Karena apabial Sebuah kebenaran itu tidak kita tuliskan, maka sudah jelas tulisan kita tentu tidak akan berdampak baik pada banyak orang.

Dan ini akan membuat tulisan kita kurang disukai para pembaca.


Kesimpulan :

 Menulis adalah satu kebutuhan. Penulis adalah perantaran budaya,  jadi Kalau mau mengenal dunia maka seringlah membaca, begitu pula dengan sebaliknya, jika sobat ingin di kenal oleh dunia maka seringlah untuk menulis.

Jikalau kita tidak suka akan menulis, maka sudah dipastikan bahwa kesempatan kita untuk dikenal oleh dunia akan hilang ditelan sejarah.

Bagaimana dengan sobat,.?

Apakah sobat suka membaca dan menulis,.?


Jika iya silahkan tinggalkan komentar di kolom komentar yang ada di bawah. Sangat senang rasanya jikalau sobat mau meninggalkan komentar dan berdiskusi di kolom komentar.

Saya hanya itu yang bisa saya sampaikan tentang Menulis Tidak 5W+1H Saja, Tapi Juga Perlu 5R, jika terdapat kekurang atau kesalah saya dalam menulis artikel ini saya mohon maaf dan jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk berbagi dengan teman – teman yang lain. dan tentunya saya sangat bertrima kasih kepada sobat semua yang sudah sudi mampir di blog saya yang sederhana ini…
Salam dari saya dan selamat menulis….

Simak Juga Manfaat Minum Air Putih Atau Bahaya Bagi Anak Bermain Gadget


Postingan terkait:

"Menulis Tidak 5W+1H Saja Tapi Juga Perlu 5R"

Post a Comment

Informasi yang Terdapat Pada web ini hanya Bersifat informasi saja, tidak untuk menggantikan pendapat Ahli, Dokter, ataupun Profesional.

Silahkan beri komentar Anda Tentang artikel ini, berkomentarlah yang sopan dan sesuai dengan isi artikel, Terimakasih Atas Kunjungannya.